Bukan Buatan Manusia, Curug Batu Templek di Bandung Cantiknya Alami

Bandung – Di Bandung, ada air terjun yang tampak seperti buatan manusia. Padahal susunan tebing batunya alami ciptaan Tuhan. Keren!

Bagi Anda yang pernah berwisata ke Ciwidey atau Lembang, cobalah kunjungi objek wisata di Bandung Utara. Di sana terdapat puluhan objek wisata juga, salah satunya yang baru adalah objek Wisata Curug Batu Templek.

Destinasi di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung ini dikenal dengan keindahan lanskap tebing batu yang terbentuk secara alami. Selain itu, di atas tebing batu tersebut mengalir sebuah air terjun. Suguhan keindahan alam ini yang menjadi daya tarik objek wisata tersebut.


Untuk masuk ke objek wisata ini, traveler hanya dikenai biaya tiket Rp 10 ribu per orang. Hal tersebut tentu sebanding dengan keindahan Tebing Batu Templek yang biasa digunakan para wisatawan sebagai latar untuk berswafoto.

Jalan menuju Curug Batu Templek (Wisma/detikTravel)Jalan menuju Curug Batu Templek (Wisma/detikTravel)

Salah satu pengunjung asal Malang, Nurul Huda Agung (31) mengatakan pemandangan objek Wisata Batu Templek sangat indah. Huda sengaja datang ke objek wisata tersebut dengan istrinya Irmalia (32) dan anaknya Hasna Nabila (4).

Ia mendapatkan informasi objek wisata itu dari media sosial. “Saya lihat di Google Map, ke sini karena pemandangannya bagus. Indahnya bukan main, menakjubkan dan menyejukan hati,” kata Huda

Huda menambahkan, pemandangan alam di objek Wisata Batu Templek masih alami. “Nuansanya betul-betul alam. Tebingnya masih kelihatan begitu alami,” ujarnya.

Pada musim kemarau seperti ini, keindahan alam di objek Wisata Batu Templek sedikit berkurang, sebabnya terjadi penyusutan debit air di air terjun Batu Templek itu, sehingga air terjunnya tidak terlihat begitu indah.

Huda sekeluarga (Wisma/detikTravel)Huda sekeluarga (Wisma/detikTravel)

“Sayang sekali, musim panas, kalau musim hujan mungkin air terjunnya akan deras,” ujarnya.

Bagi Anda yang hendak berwisata ke objek wisata ini jangan khawatir, sebabnya di objek wisata ini sudah dilengkapi dengan fasilitas umum seperti toilet dan musala. Selain itu ada lapangan parkir untuk kendaraan roda dua dan minibus.

Huda merekomendasikan, objek Wisata Batu Templek cocok sekali dijadikan sebagai lokasi untuk liburan keluarga di akhir pekan.

“Recommended, saya sangat merekomendasikan sekali. Disamaping murah objek wisatanya sangat alami dan sejuk. Apalagi di atas ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut, sangat cocok sekali untuk refreshing keluarga, sangat sejuk sekali,” pungkasnya.

Seperti buatan manusia (Wisma/detikTravel)Seperti buatan manusia (Wisma/detikTravel)

Sepintas Seperti Buatan Manusia

Sepintas memang Anda akan menganggap tebing batu yang ada di objek wisata itu seperti buatan. Bentuk batu yang menjulang tinggi itu seperti diukir atau dipahat oleh manusia.

Bagi orang yang pertama datang ke objek wisata ini akan menganggapnya seperti itu. Padahal tebing batu yang ada di objek wisata ini terbentuk dengan sendirinya atau secara alami.

Begitu pun dengan warna batu yang timbul saat tersinari matahari, tebing batu itu berwarna hitam, kekuningan dan kecoklatan. Warna batu tersebut seperti dipulas menggunakan cat, padahal warna di batu tersebut juga terbentuk secara alami.

“Indah sekali, pemandangan yang cukup luar biasa. Baru saya melihat pemandangan seperti ini,” kata Siti Nuraeni Agustia, salah seorang pengunjung.

Siti mengungkapkan, setiap orang akan terpana melihat keindahan bentangan tebing Batu Templek. Mereka akan menganggap pemandangan tersebut dibuat oleh manusia, begitupun saat dirinya pertama datang ke objek wisata ini.

Sayang debit air terjunnya menyusut (Wisma/detikTravel)Sayang debit air terjunnya menyusut (Wisma/detikTravel)

“Semua orang bakal tertipu, tidak ada yang tahu ini batu itu buatan manusia atau sisa tambang, yang jelas ini batu alam bukan batu buatan seperti di taman-taman. Saya juga sempat enggak percaya melihatnya, tetapi saat didekati benar ini batu alam,” kata Siti.

Siti juga menuturkan, selain seperti taman buatan. Panorama alam yang ada di objek wisata seperti lukisan.

“Iya, seperti lukisan. Tapi ini lukisan alam, lukisan yang sangat indah dan mencerahkan mata bagi siapa saja yang melihatnya,” pungkasnya.

Cara ke sana:

Untuk sampai ke objek wisata ini Anda harus menempuh perjalanan selama 1 jam dari pusat Kota Bandung. Gunakan jalur Cicaheum-Cibiru, tepat di pertigaan Pasir Impun beloklah kiri menuju Jalan Desa Cikadut.

Perjalanan Anda akan segera sampai ke objek Wisata Batu Templek. Hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit dari pertigaan Pasir Impun. Bila masih bingung, Anda dapat menggunakan aplikasi map. Jangan khawatir, di Jalan Raya Pasir Impun-Desa Cikadut kalian bakal menemukan banyak papan petunjuk arah menuju objek Wisata Batu Templek.

Tonton juga ‘Menikmati Suasana Alami Curug Putri Kencana’:

[Gambas:Video 20detik]

(rdy/fay)