Mengenal Wisata Adat Bayan yang Tertua di Lombok Utara

Lombok Utara – Datang ke Lombok Utara, sempatkan juga melihat kekayaan budayanya lewat masyarakat adat Bayan. Kagumi tarian dan filosofi hidup mereka.

Selain keindahan alamnya, pertunjukan keseniannya pun turut menjadi sajian dalam setiap event penyambutan wisatawan.

Sebagai pusat kebudayaan tertua di Kabupaten Lombok Utara, masyarakat adat Bayan yang dikenal dengan teologi sinktretisnya dan menganut teguh filosofi hidup Wetu Telu ternyata memiliki sebuah tarian dalam penyambutan khusus wisatawan yang berkunjung dan bermalam di Kampung Adat Bayan.

Pengunjung yang datang akan disambut tarian adat (dok Rei/ist) Pengunjung yang datang akan disambut tarian adat (dok Rei/ist)

Di Bayan, salah satu seni pertunjukan penyambutan tamu disuguhkan tarian Gegerok Tandak. Jenis tarian Gegerok Tandak ini merupakan tarian yang dilakukan secara bersama dalam satu kelompok.

Tarian Gegerok Tandak ini diartikan sebagai hiburan dengan perumpamaan yang dilakukan binatang. Kenapa demikian? karena salah satu sifat binatang seringkali saling mengusik atau menggaggu pun begitu dengan manusia ketika diusik kenyamanannya.

Perumpamaan binatang ini diambil dari binatang babi yang identik dengan kata berdehem ‘hmmm’. Burung gagak dengan kata ‘nyuk-nyuk’ dan kera dengan kata ‘huuu’.

Gegerok Tandak merupakan jenis tarian yang pertama kali ada dalam wilayah Kecamatan Bayan, tanpa menggunakan alat musik.

Dahulu di Bayan, setiap orang yang hendak melaksanakan acara khitanan selalu mengundang keluarga, para tetangga dan kerabat. Alasan dibuatnya tarian Gegerok Tandak ini adalah untuk mensukseskan prosesi khitanan.

Banyaknya orang yang hadir dalam kenduri terkadang membuat prosesi khitanan sedikit terganggu. Hal itu disebabkan oleh keinginan para keluarga yang ingin melihat langsung prosesi saat dipotongnya alat kelamin anak yang akan berkhitan.

Tarian ini punya makna filosofis (dok Rei/ist)Tarian ini punya makna filosofis (dok Rei/ist)

Itulah yang menjadikan alasan Tarian Gegerok Tandak itu dibuat untuk mengelilingi setiap prosesi inti supaya tidak terganggu oleh masyarakat banyak atau keluarga yang hadir.

“Filosofi dan ajaran moral dari tarian Gegerok Tandak ini sebagai simbol rasa kegotong-royongan. Berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing. Hal itu dibuktikan dengan barisan penari yang tidak boleh terputus, selalu berdekatan,” jelas Renadi, salah seorang pelaku wisata adat di Bayan.

Orang yang selalu berdekatan itu, lanjut Renadi, menunjukkan agar seseorang tidak boleh memutus hubungan silaturahmi antar sesama.

Setiap beban yang dirasakan oleh orang lain, harus bisa saling membantu sesuai dengan kemampuan. Begitu juga dengan kebahagiaan yang dirasakan seseorang harus bisa dinikmati bersama.

Traveler penasaran dengan bentuk tarian ini? Pengelola wisata budaya di Kampung Adat Bayan siap menyambut dengan tarian Gegerok Tandak.

Tak sulit untuk sampai ke sana. Jarak Kampung Adat Bayan sekitar 90 kilo meter dari Mataram dengan 2,5 jam waktu perjalanan.

Jaraknya akan lebih dekat jika traveler berlibur di Gili Trawangan, usai dari sana cobalah menyambangi Bayan, sekitar 60 kilo meter dari Pelabuhan Bangsal yang ada di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. (bnl/rdy)